Selasa, 14 Januari 2014

Lalat Tse-tse SI Penyebar Penyakit Tidur

lalat tse-tse adalah nama spesies lalat yang cukup unik, jika jenis lalat lain biasanya menyebabkan penyakit pencernaan maka lalat satu ini bebbeda dengan spesiesnya tersebut. lalat tse tse adalah jenis lalat peghisap darah yang dapat ditemui di afrika tengah. meskipun terdengar penyakit yang ditimbulkan termasuk aneh, yaitu penyakit tidur tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah dibandingkan dengan malaria dan sejenisnya.

lalat tse tse sendiri banyak ditemui didaerah benua afrika, khususnya afrika tengah. kurang lebih ada 20 spesies lalat tse tse yang sudah diketahui oleh manusia dan kesemuannya digolongkan kedalam genus glossina. didalam tiga genus tersebut kemudian digolongkan kembali berdasarkan habitatnya antara lain: morsitans(padang rumput), fusca(hutan), dan palpalis(tepian sungai).

sepintas bila dilihat lalat tse tse tidak ada perbedaan dengan lalat-lalay yang sering kita jumpai. dibagian kepalanya terdapat sepasang mata besar majemuk, sementara dipunggungnya terdapat sayap transparan. namun jika kita amati secar detail lalat t
se tse memiliki ciri khusus, berupa adanya moncong panjang layaknya jarum dibagian kepala. tubuhnya berwarna kemerahan, dan sepasang sayapnya berada tumpang tindih diatas tubuhnya. pada fase lalat tse tse memasuki kehidupan dewasa spesies ini hanya hidup dari menghisap darah mamalia. umur lalat tse tse hanya bertahan hingga 4 bulan saja.

gigitan lalat tse tse yang membuatnya terkenal telah menyebabkan panyakit tidur dikarenakan dalam tiap gigitan lalat ini, mereka menularkan mikroba trypanosoma. penyakit tidur atau trypanosiomasis diberikan jika penderita telah memasuki tahap stadium lanjut. orang yang terjangkit akan menjadi lemas, lunglai dan mudah tertidur sampai akhirnya meninggal dunia. tiap tahun ada 300 ribu orang dilaporkan tewas akibat terjangkiti penyakit tidur yang ditularkan oleh lalat tse tse. tidak hanya manusia saja lalat tse tse juga menjangkiti hewan ternak dan menyebabkan kematian pada mereka.
siklus penyebaran penyakitnya sendiri serupa dengan siklus penyebaran penyakit dengan perantara serangga semisal malaria atau DBD.


(wikipedia)

1 komentar: